Published November 16, 2021 | Animal Knowledge, Conservation, Endangered

Beruang adalah mamalia darat yang sering diilustrasikan sebagai tokoh lucu dalam animasi anak, seperti karakter “Pooh” di animasi Winnie The Pooh. Di Bali Safari Park, kami memiliki dua jenis beruang yaitu Beruang Madu dan Beruang Hitam Himalaya – Apakah sahabat satwa tahu bahwa kedua jenis beruang ini memiliki beberapa perbedaan?

Mari kita simak perbedaan apa saja yang ada pada kedua satwa tersebut.

Bear Natural Environment

Ukuran Tubuh

Beruang Hitam Himalaya merupakan beruang terbesar di Asia. Panjang tubuhnya sekitar 165 cm dengan berat mencapai 120 kg. Pada musim gugur, mereka akan menambah bobot sampai 180 kg untuk persiapan hibernasi.

Berbanding terbalik, Beruang Madu merupakan beruang terkecil di Asia. Panjang tubuhnya sekitar 140 cm dengan berat hingga 65 kg. Mereka tidak memerlukan hibernasi seperti beruang yang hidup di empat musim.

Karakteristik lain

Selain ukuran tubuh, perbedaan signifikan dapat dilihat dari bulu dan hidung mereka. Beruang Hitam Himalaya memiliki bulu lebih panjang dan tebal, dengan hidung berbentuk moncong warna cokelat muda.

Sedangkan Beruang Madu memiliki bulu lebih pendek dan halus, serta hidung yang relatif lebar namun tidak terlalu moncong.

Pola Unik pada Dada

Beruang Hitam Himalaya disebut juga dengan beruang bulan karena pola berbentuk bulan sabit pada dadanya. Berbeda dengan Beruang Madu yang memiliki pola bercorak kuning pada dadanya, sehingga sering disebut beruang matahari.

Warna pola dari kedua mamalia darat inipun relatif berbeda. Beruang Himalaya berwarna kuning pucat hingga putih, sedangkan pola pada Beruang Madu berwarna oranye.

Perilaku

Beruang Hitam Himalaya sebenarnya adalah satwa diurnal atau aktif pada siang hari. Namun apakah sahabat satwa tahu, mereka kini beradaptasi menjadi satwa nokturnal yang aktif di malam hari demi menghindari manusia.

Berbeda dengan Beruang Madu yang aslinya memang hidup sebagai satwa nokturnal. Mereka suka menghabiskan waktu di tanah dan memanjat pepohonan untuk mencari makanan.

Habitat

Habitat asli Beruang Hitam Himalaya adalah di pegunungan Himalaya dan hutan-hutan disekitarnya.

Sedangkan habitat asli Beruang Madu adalah daerah hutan hujan tropis di Asia Tenggara.

Status IUCN

Beruang Hitam dan Himalaya sama-sama masuk dalam status rentan (VU; Vurnerable) dalam daftar merah IUCN. Apabila penanganan keselamatan dan reproduksinya tidak dilakukan dengan baik, satwa-satwa ini bisa masuk status Terancam.

Oleh karena, kita perlu mengupayakan usaha konservasi demi mempertahankan jumlahnya di alam liar yang terus berkurang.

Bali Safari Park, sebagai lembaga konservasi pertama di Bali sangat memahami hal tersebut. Dengan program konservasi, diharapkan kelestarian Beruang Hitam Himalaya dan Beruang Madu bisa terjaga sehingga sahabat satwa bisa tetap melihatnya hidup bebas di alam liar.

Sahabat satwa bisa melihat langsung satwa ini di Bali Safari Park. Beli tiketnya disini!