Published November 25, 2021 | Activities, Conservation, Environment, Family, Love, Travel Tips

Sebagai ungkapan rasa syukur, Pura Luhur Uluwatu Desa Adat Pecatu melaksanakan serangkaian Panca Wali Krama lan Padudusan Agung. – Bali Safari Park turut berpatisipasi sebagai bentuk permohonan kepada Tuhan agar tercipta kesejahteraan bagi alam dan semua makhluk hidup.

piodalan pura uluwatu

Panca Wali Krama berarti lima jenis upacara korban suci. Seperti yang telah disebutkan, tujuan upacara ini yaitu untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan bahwa manusia telah diberikan kesejahteraan dan kehidupan yang baik.

Rangkaian upacara Panca Wali Krama memerlukan persiapan berbulan-bulan. Banyak hal yang harus dipersiapkan mulai dari bahan-bahan upacara, para pendeta hingga undangan. Pelaksanaan upacara ini tentunya tetap dengan mengutamakan protokol kesehatan mengingat pandemi yang belum berakhir.

Di Pura Luhur Uluwatu, Puncak Karya Pujawali Pedudusan Agung akan dilaksanakan pada 30 November 2021 rahina Anggara Kasih Medangsia. Dilaksanakan pula rangkaian upacara pada 24 November 2021 yaitu Melasti, Tawur dan Pakelem ke Labuan Sait.

Menurut Sekda Adi Arnawa dikutip dari media Bali Tribune, upacara ini bertujuan sebagai penetralisir alam agar wabah seperti Covid-19 dan bencana gempa bisa segera terlewati. Beliau juga menambahkan, yang paling penting adalah melakukan permohonan agar sektor pariwisata di Bali bisa kondusif dan stabil untuk kedepannya.

Sebagai wujud yadnya, satwa yang dikorbankan untuk upacara yakni kerbau, kambing, itik dan ayam. Bali Safari Park turut menyerahkan darah badak dan dua ekor menjangan sebagai sarana yang dibutuhkan untuk upacara mepekelem. Diharapkan melalui korban suci ini akan senantiasa tercipta kedamaian, kesejahteraan bagi alam Bali dan sekitarnya.

panca wali krama pura luhur uluwatu
Bali Safari menyerahkan korban suci 2 ekor menjangan untuk upacara Panca Wali Krama lan Padudusan Agung Pura Luhur Uluwatu

Bali Safari Park, sebagai bagian dari Taman Safari Indonesia Group merupakan lembaga konservasi satwa pertama yang ada di Bali. Di usia yang sudah menginjak 14 tahun, kami masih bersemangat melestarikan alam dan satwa liar. Serta menyajikan edutainment untuk menciptakan pengalaman tak terlupakan untuk sahabat satwa.

Diharapkan dengan berpartisipasi dalam upacara suci keagamaan, Bali Safari Park bisa turut serta dalam menjaga keseimbangan alam sebagai media kehidupan bagi semua makhluk hidup.

Bersama Bali Safari park, kami mengajak sahabat satwa bersama-sama mengusahakan yang terbaik dalam melestarikan satwa langka di dunia.

Related article: Perayaan Ulang Tahun Bali Safari ke-14, Mengapa Taman Safari Lebih Baik dari Kebun Binatang